Bagikan ke :

Busana atau kain batik tulis yang Batiqlovers miliki tak hanya sekadar dapat dijadikan sebagai pelengkap penampilan, namun juga dapat menjadi investasi yang bernilai tinggi. Batik tulis dengan motif tertentu, misalnya babon angrem, kini mulai jarang ditemui di pasaran sehingga dapat berharga jutaan rupiah per lembarnya. Oleh karena itu, kenali cara perawatan batik yang baik dan benar agar koleksi batik Batiqlovers tak mudah rusak.

Mencuci Batik

Saat mencuci batik tulis, terutama batik sutera, gunakan sabun pencuci khusus untuk kain batik yang tidak mengandung detergen. Bahan-bahan yang terkandung di dalam detergen dapat membuat serat dan warna batik, khususnya yang berbahan sutera, cepat pudar. Kain batik juga sebaiknya dicuci dengan tangan, bukan mesin cuci. Kucek atau gosoklah batik dengan kekuatan sedang, tidak terlalu keras.

Untuk membersihkan batik yang amat kotor, gunakan sabun mandi atau kulit jeruk. Caranya dengan mengusapkan sabun mandi atau daun jeruk pada bagian yang kotor, lalu menguceknya perlahan.

Ada pula cara tradisional untuk membersihkan batik, yaitu dengan menggunakan buah lerak. Rendamlah buah lerak dalam air hangat. Kemudian, remas-remas sampai mengeluarkan busa, tambahkan air secukupnya, dan cuci batik Batiqlovers dalam larutan ini.

Kini, cairan lerak juga dijual di toko-toko atau butik-butik yang menjual batik tulis. Bonus yang didapatkan jika mencuci batik dengan lerak adalah aroma yang dikeluarkan buah ini dapat mencegah datangnya hewan-hewan kecil atau serangga yang dapat merusak kain.

Selesai dicuci, batik tidak perlu diperas. Jemur batik di tempat teduh atau dengan diangin-anginkan. Pastikan batik tidak terkena matahari langsung karena sinar matahari akan membuat warna batik cepat pudar. Kain batik sutera dapat dikeringkan dengan cara menggulung kain di dalam handuk.

Menyeterika batik

Kain batik tidak boleh diseterika secara langsung. Saat menyeterika, letakkan sehelai kain atau kertas di atas busana yang akan diseterika, lalu seterika kain batik Batiqlovers. Apabila kain batik tampak kusut, Batiqlovers dapat menyemprotkan sedikit air ke atas kain. Hindari menyemprotkan parfum atau air yang beraroma secara langsung ke atas batik. Apabila Batiqlovers ingin memberi pewangi pada kain batik, tutupi dulu kain batik Batiqlovers dengan kertas, lalu semprotkan cairan pewangi ke kertas pembatas tersebut.

Menyimpan batik

Batik sebaiknya disimpan di tempat kering dan tidak lembab. Banyak kolektor batik yang menyimpan batiknya dalam ruangan khusus yang disetel pada suhu tertentu, biasanya sekitar 24 derajat celcius. Sebelum menyimpan batik di dalam lemari, ada baiknya batik dimasukkan dulu ke dalam plastik agar tidak dimakan ngengat.

Lemari tempat penyimpanan batik sebaiknya tidak diberi kapur barus karena zat kimia pada kapur barus dapat merusak batik.

Ada pula beberapa cara tradisional untuk menjaga batik dari serangan ngengat. Pertama, lemari tempat penyimpanan batik diberi merica yang dibungkus tisu. Cara kedua adalah dengan meletakkan akar wangi yang sudah dicelup air panas dan dijemur hingga kering ke dalam lemari.

Perawatan batik yang baik akan membuat kain atau busana batik tahan lama. Sebagai alat investasi, semakin tua usia batik dan semakin prima kondisinya, maka semakin mahal juga harganya.

Semoga bermanfaat untuk batiqlovers

batik jogja / batik tulis / batik kontemporer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.