Bagikan ke :

Motif batik memang banyak sekali dan bermacam-macam maknanya. Menurut tradisi, untuk setiap acara ada motif batik yang khusus digunakan, misalnya saat pernikahan dan kematian motif kain yang dipakai berbeda-beda.

Dari acara Jemma Class The Art of Batik yang dilaksanakan Sabtu (27/8/2017) lalu, Ibu Indra Tjahjani berbagi informasi menarik mengenai motif batik yang biasa digunakan untuk acara tertentu.

Lamaran

Untuk acara melamar Batiqlovers bisa menggunakan motif Sido Asih, Satrio Manah, Sido Mukti, Sido Luhur dan Sido Mulyo. Filosofi batik ini menyiratkan berkah dan harapan untuk pernikahan. Untuk itu, motif ini juga biasanya tak hanya digunakan saat lamaran tapi juga saat pernikahan. Sementara motif wahyu temurun dikenakan sebagai harapan agar karier semakin menanjak. (edited)

Melayat

Di Yogyakarta dan Solo dikenal batik motif slobog yang polanya membentuk segitiga dan bulatan dalam kotak kecil. Slobog bisa berarti longgar, dengan harapan sang orang yang meninggal jalannya dilonggarkan saat menuju akhirat.

Menyembuhkan penyakit

Menurut Ibu Indra, saat anak-anak kecil sakit biasanya mereka akan tidur beristirahat dengan ditutupi kain batik tambal atau patchwork. Sekilas motif batik ini memang tampak seperti tambalan.

Batik Jawa Hokokai

Batik yang terinspirasi dari pengaruh Jepang ini sangat khas dengan penggunaan warna-warna yang cerah, serta motif bunga-bunga Jepang seperti sakura. Batik ini biasanya memiliki dua pola berbeda dalam 1 kain yang bisa digunakan untuk pagi-sore. Pembuatan dua pola ini juga menunjukkan betapa kurangnya bahan kain pada masa penjajahan Jepang.

Dikutip oleh : womantalk

Batik Jogja / Batik Tulis / Batik Kontemporer / Batik Muslim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.