Bagikan ke :

Temanggung, salah satu kota di Jawa Tengah yang terkenal dengan kopi dan juga tembakau lintingnya. Nggak hanya dari sektor pertaniannya, Temanggung kini juga dikenal dengan Pasar Papringan atau biasa disebut pasar Bambu.

Banyak hal unik yang bisa Batiqlovers temui dipasar Bambu ini. Salah satunya adalah, pasar Papringan ini hanya ada setiap hari Minggu Wage. Jadi nggak setiap hari ada ya Batiqlovers…
Pasar Papringan ini telah diresmikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Di dalam pasar papringan ini banyak disediakan kerajinan, dan juga aneka kuliner.

Alat pembayaran yang unik di Pasar Papringan

Pada umumnya, uang adalah salah satu alat pembayaran dalam jual beli. Namun ada yang unik di pasar Papringan Temanggung ini, yaitu alat pembayaran yang berupa Uang dari kayu. Jadi sebelum masuk ke pasar Papringan ini, Batiqlovers wajib menukarkan uang Batiqlovers dengan sebuah balok kayu kecil yang sudah bertuliskan nominal rupiahnya.
Nominal rupiah ini bervariasi, di mulai dari 1pring, hingga 50pring.
1pring sama dengan Rp 1.000,- .

Radio Terbuat dari Kayu

Mungkin tak banyak dari Batiqlovers yang pernah punya Radio dari kayu. Nah Temanggung ini sudah sangat kondang dengan pembuatan Radio kayu. Bahkan radio-radio tersebut sudah banyak diekspor ke Luar Negeri. Radio Kayu tersebut juga diperjual belikan di Pasar Papringan lho Batiqlovers..

Berbagai Hasil Kebun/Pertanian

Di Pasar Papringan juga banyak penjual yang menjual hasil – hasil bumi setempat. Ada Singkong, Pisang, dan banyak lagi yang lainnya. Uniknya, di pasar papringan ini harganya bisa Batiqlovers tawar. Jadi, siapa tahu bisa dapat pisang dengan harga yang cukup murah.

Kuliner Enak dan Murah

Belum lengkap berkunjung ke Pasar Papringan kalua belum mencicipi kulinernya. Ada banyak kuliner yang bisa Batiqlovers nikmati. Hampir setiap stand-stand makanan di pasar ini penuh disesaki pembeli. Artinya kuliner di Pasar Papringan ini memang rekomen banget untuk Batiqlovers ~~ Selain enak, makanannya pun murah. Batiqlovers bisa menikmati Bubur Ayam cuma seharga 5 Pring. Itu artinya satu mangkuk harganya Rp. 5.000 saja. Murah sekali bukan?

Pentas Seni Budaya Wajib Ada

Anak-anak kampung sini diberdayakan untuk menghibur para pengunjung Pasar Papringan dengan pertunjukan Kuda Lumping. Semua yang dilibatkan dalam seni Budaya ini merupakan orang orang kampong sini. Tetap menjaga kelestarian seni Budaya ya Batoqlovers…

Musik Modern pun tak Ketinggalan

Nggak hanya mengusung seni budaya, di Pasar Papringan ini juga menyajikan musik modern seperti gitar akustik lengkap dengan penyanyinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.