Bagikan ke :

Apabila cokelat dan bunga sudah terlalu mainstream, bagaimana kalau memberikan pasangan Batiqlovers kain batik? Namun tidak sembarangan batik yang diberikan untuk mengungkapkan cinta Batiqlovers. Dalam adat istiadat yang dianut sebagian orang yang berasal dari suku Jawa, mengungkapkan cinta dan kasih sayang secara tradisional adalah dengan mengenakan atau memberikan batik truntum. Truntum diambil dari asal kata bahasa Jawa yaitu ‘taruntum’ yang artinya ‘tumbuh kembali’,‘bersemi kembali’, atau bisa juga berarti ‘semarak kembali’.

Batik truntum merupakan gambaran serupa kuntum; kembang di langit yang bentuknya digambarkan serupa kembang tanjung. Batik yang sering digunakan untuk adat perkawinan tradisional Jawa ini bercerita tentang harapan akan kesetiaan yang harmonis. Filosofi ini sering dinarasikan pula dengan filosofi hubungan spiritual persona Jawa dengan Tuhannya.

Sejarah

Awal tercipta batik ini dijelaskan di dalam buku Kode-Kode Nusantara. Pada zaman Sunan Pakubuwono III Surakarta Hadiningrat, yaitu sekitar abad ke-18, sang istri Ratu Kencana merasa diabaikan oleh sang suami karena kesibukannya dan adanya selir baru di keraton. Ketika merasa cemburu, seperti kebiasaan orang dulu, Sang Ratu berdoa dan memohon petunjuk. Sampai pada suatu malam, ketika Sang Ratu memandang bintang bertaburan di langit, perasaan rindu yang ia rasakan memunculkan emosi dan dieskpresikan pada sehelai kain dengan pola seperti bintang yang nantinya menjadi motif dalam batik truntum.

Artikel Terkait :

Kenapa perbintangan dijadikan acuan? Banyak yang beranggapan bahwa perbintangan erat kaitannya dengan kalender tradisional di berbagai belahan dunia. Bintang juga dianggap setia karena berada pada posisi dan waktu tertentu yang menjaga akurasi penandaan manusia dan waktu. Sejak peristiwa ini, batik truntum menjadi simbol kesetiaan, kasih sayang, dan juga keharmonisan bagi sebagian orang yang berasal dari suku Jawa.

Keyword :

Batik Tulis / Batik Jogja / Batik Kontemporer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.