batik indonesia kuasai pasar global
Bagikan ke :

Batik Modern – Produk batik Indonesia berpeluang besar menguasai pasar global. Saat ini, nilai perdagangan produk pakaian jadi dunia mencapai 442 miliar dolar AS. Industri batik Tanah Air juga meningkat pangsa pasarnya, sebab batik termasuk salah satu bahan baku produk pakaian jadi.

Kementerian Perindustrian mencatat nilai ekspor batik dan produk batik sampai tahun 2017 mencapai 58,5 juta dolar AS dengan pasar utama Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.

“Saat ini Indonesia menjadi “market leader” yang menguasai pasar batik dunia, persaingan dengan Malaysia, China dan Singapura yang juga memproduksi batik perlu batiqlovers waspadai agar tidak menggeser posisi daya saing batik nasional,” kata Dirjen Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih lewat keterangannya di Jakarta, Rabu (15/8).

Untuk itu, lanjutnya, Indonesia perlu menjaga dan melestarikan nilai budaya batik dengan penguatan branding dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual.

Beragam motif batik

Gati menyampaikan hal itu pada pergelaran Pasar Tiban Anne Avantie untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI yang ke-73, pada 14-19 Agustus 2018 yang diberi tema “Sekali Merdeka Tetap Merdeka”.

Dalam acara yang mengangkat pesona batik tersebut, Gati memberikan apresiasi kepada Anne Avantie yang telah secara konsisten menggelar acara Pasar Tiban ini dengan melibatkan pada pelaku IKM.

Gati mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Anne Avantie sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengembangkan industri fashion tanah air.

“Pasar Tiban yang digelar oleh Ibu Anne Avantie ini merupakan salah satu bentuk dukungan desainer terhadap upaya pemerintah dalam mengembangkann industri fashion nasional dan hal ini perlu dicontoh oleh desainer lainnya,” tuturnya.

Pada setiap pagelaran Pasan Tiban, Anne Avantie selalu menggandeng para IKM dari berbagai daerah dalam rangka mendukung upaya pemerintah mengembangkan dan mempromosikan produk IKM khususnya IKM batik.

Model peragakan busana batik

Gati sebagaimana dilansir Antara mengatakan, kegiatan seperti ini patut ditiru oleh para desainer lainnya karena kolaborasi desainer dan industri bisa menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan meningkatkan perekonomian nasional.

Menurut Gati sentuhan desainer mampu meningkatkan nilai ekonomi produk yang dihasilkan oleh para perajin. Paduan etnik lokal pada produk fashion menjadi salah satu identitas fashion Indonesia.

Industri Fahion Memiliki Comparatuve dan Competitive

“Industri fashion tanah air memiliki comparative dan competitive advantage, produk fashion batiqlovers memiliki kualitas yang baik dan mampu di terima di pasar internasional. Sentuhan wastra seperti batik dan tenun menjadikan ciri khas produk fashion Indonesia yang tidak dimiliki negara lain,” jelas Gati.

Saat ini Kemenperin terus berupaya mengembangkan industri batik nasional melalui berbagai program, antara lain peningkatan kompetensi SDM, pengembangan kualitas produk, standardisasi, fasilitasi mesin/ peralatan, serta pameran batik di dalam dan luar negeri

Dilansir oleh : merahputih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.