Bagikan ke :

Katanya, rambut beruban tanda penuaan. Padahal, rambut abu-abu ini tidak hanya muncul pada orang yang sudah lanjut usia saja, lho. Ada banyak fakta rambut beruban yang mungkin akan mengejutkan Batiqlovers. Apa saja ya?

Punya rambut beruban? 6 fakta unik ini harus Batiqlovers simak

1. Pigmen rambut berkurang

Di setiap tempat tumbuhnya rambut, terdapat melanin, yaitu sel pigmen yang bertugas memberi warna pada rambut. Nah, sayangnya seiring bertambah usia, sel melanin ini akan berkurang, sehingga membuat rambut yang baru tumbuh berwarna lebih terang. Lalu, ketika folikel kehilangan pigmen ini sama sekali, maka semakin lama rambut tidak berwarna.

Tidak hanya orang tua saja yang dapat kekurangan pigmen rambut, tapi beberapa orang juga dapat mengalaminya. Hal ini memang tergantung dengan kadar pigmen masing-masing orang. Maka itu, rambut beruban tidak identik dengan lansia saja.

2. Uban dapat dipicu oleh rokok

Menurut penelitian yang ditulis dalam Indian Dermatology Online Journal, kebiasaan merokok bias jadi penyebab rambut berubah abu-abu sebelum usia 30 tahunan.

Penelitian yang melibatkan 207 peserta ini belum mengetahui dengan pasti bagaimana rokok dapat memengaruhi pigmen rambut. Namun para peneliti menduga bahwa ini berkaitan dengan stres oksidasi akibat rokok memengaruhi sel melanosit.

Sel melanosit berperan dalam memproduksi melanin. Jadi jika sel tersebut rusak, maka pigmen yang terbentuk juga kian sedikit.

3. Genetik juga dapat memengaruhi

Siapa bilang hanya orang yang sudah lanjut usia atau orang dewasa saja yang punya rambut beruban? Faktanya, anak-anak dan remaja mungkin memiliki rambut ubanan ini, lho. Ya, hal ini diyakini karena faktor genetik atau keturunan.

Faktor penyebab ini tidak dapat diubah, jadi Batiqlovers akan memiliki rambut beruban di usia muda mungkin Batiqlovers mengalami hal ini.

4. Jangan cabut rambut beruban

Mungkin beberapa dari Batiqlovers beranggapan kalau katanya uban itu tidak boleh dicabut karena membuatnya tumbuh semakin banyak. Misalnya, kalau mencabut 1 helai, dapat saja nanti tumbuh 3 helai dengan warna putih. Apakah ini benar?

Sebenarnya berhenti mencabut uban tidak membuat rambut abu-abu ini berhenti tumbuh atau makin sedikit. Jika Batiqlovers mencabut satu helaian rambut beruban, ketika helaian rambut itu tumbuh lagi kemungkinan besar juga akan tetap putih. Helaian rambut lainnya yang ada di sebelahnya tidak terpengaruhi dengan kondisi ini.

Kecuali, kalau memang helaian rambut sebelahnya juga tidak memiliki pigmen yang cukup, pasti helaian rambut itu akan memutih juga. Namun ini bukan akibat “menular” dari rambut sebelahnya karena memang melaninnya menipis.

Yang perlu Batiqlovers khawatirkan setelah berkali-kali mencabut rambut beruban adalah folikel rambut Batiqlovers dapat rusak. Ketika folikel rambut rusak, lama kelamaan justru folikel tidak lagi menumbuhkan rambut. Rambut Batiqlovers dapat terlihat semakin tipis.

5. Melewati usia 50 tahun, uban pasti makin banyak

Pada umumnya, memasuki usia 50 tahun rambut putih Batiqlovers akan semakin banyak dari biasanya. Bahkan ini dapat mengubah setengah rambut hitam Batiqlovers jadi putih. Ini hal yang memang wajar, sebab terjadinya proses penuaan.

Namun, lagi-lagi hal ini sebenarnya dipengaruhi banyak hal. dapat saja rambut Batiqlovers sudah setengah putih sebelum menginjak usia 50 tahun atau sebaliknya, rambut tetap hitam berkilau walau telah memasuki 60 tahunan.

6. Tekstur rambut uban sama rambut hitam berbeda

Rambut uban memiliki tekstur lebih tipis dibandingkan rambut hitam sebab kutikula rambut nya lebih tipis. Rambut uban juga dapat kehilangan air lebih cepat sehingga rambut uban bisanya terasa kering, rambut rapuh dan lebih kasar dibandingkan rambut hitam.

Kulit kepala juga menghasilkan minyak lebih sedikit seiring bertambahnya usia, sehingga rambut Batiqlovers akan semakin kering.

Maka dari itu, diperlukan perhatian lebih untuk rambut beruban. Caranya, jangan terlalu sering terkena sinar matahari, jaga kelembaban rambut, hindari rambut dari berbagai bahan kimia dan air yang tercemar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.